06 November 2014

Catatan Tertangguh.


Dah banyak kali aku cuba menulis sebenarnya, catatan pendek, surat yang entah siapa penerimanya, tapi huruf-huruf yang sedia ada tak ingin tersusun jadi sebaris perkataan pun.

Penulis memang terdiri daripada orang-orang yang perlukan motivasi untuk terus hidup agaknya. Jadi bila kita dah berada pada tahap kehidupan sederhana, cukup memuaskan, kita sendiri lupa tentang bagaimana dulu pejam mata pun boleh muncul satu ayat entah dari mana, perlahan-lahan kita karang jadi sajak penuh luka.

Sajak yang muncul sekarang cuma tertulis dengan mata, andai diluah, sajak tadi tersusun jadi satu figura ; seorang laki-laki. Laki-laki yang kalau boleh setiap masa aku nak simpan dia dalam kocek baju. Sebabkan tak boleh, aku hidupkan dia dalam sajak yang tak realistik dan tak berpenghujung.


2 comments:

opendra said...

menulis dalam keadaan luar sedar? kengkadang ada juga tulisan yang cuba menidakkan kegagalan kan?..

tapi menulis bukan hanya bila luka,
bukan untuk melepas atau mengambar derita..bukan sekadar melepas rindu dan cinta..ia luas..macam alam semesta..

tapi tulis la benda yang kita suka..
moga-moga ia abadi sampai ada pembaca yang memahami.

~* chirpy_chummy *~ said...

kebanyakan tulisan yang di baca, kalau memang dari hati selalunya adalah kisah duka. kisah suka gembira, sangat sukar nak di gambarkan melalui kata-kata - for me la. tu pasal, blog pun begitu. kalau tengah gembira di puncak dunia, memang takda apa yang update. kalau masa sedih luka sengsara...tudiaaa...kemain.

hee~